
Seputar Informasi Kesehatan
Retainer gigi adalah alat penting untuk menjaga agar susunan gigi tetap rapi setelah perawatan behel. Pemilihan jenis retainer yang sesuai dengan kebutuhan gigi Anda sangat penting untuk kenyamanan penggunaan, serta kesehatan gigi dan mulut. Namun, tidak hanya memilih yang tepat, membersihkan retainer gigi juga perlu dilakukan dengan cara yang benar karena setiap jenis retainer memiliki kebutuhan perawatan yang berbeda.
Apa Itu Retainer Gigi?
Retainer gigi umumnya digunakan setelah penggunaan behel untuk memastikan gigi tetap berada di posisi yang benar. Retainer membantu mencegah gigi bergerak kembali ke posisi semula, mengatasi celah antar gigi, serta memperbaiki bentuk rahang. Tidak hanya itu, alat ini juga berguna untuk mengatasi kebiasaan buruk seperti gemeretak gigi saat tidur.
Jika Anda memilih untuk menggunakan retainer, penting untuk mengenali jenis dan cara merawatnya. Ada dua jenis utama retainer gigi: removable (dapat dilepas pasang) dan permanen.
1. Retainer Gigi Removable
Jenis retainer ini mudah dibersihkan dan bisa dilepas kapan saja. Anda dapat melepaskannya saat makan atau saat menggosok gigi, namun ada beberapa kelemahan yang perlu diwaspadai. Retainer removable dapat memicu produksi air liur berlebih dan rentan menjadi tempat berkembangnya bakteri jika tidak dibersihkan dengan benar. Retainer jenis ini juga lebih mudah hilang atau rusak jika tidak dijaga dengan baik.
Retainer Hawley: Terbuat dari kawat logam tipis dan akrilik, retainer Hawley mudah disesuaikan dan sangat awet. Namun, jenis ini dapat memengaruhi cara bicara dan menyebabkan iritasi pada bibir atau pipi.
Retainer Plastik Transparan: Dikenal karena bahannya yang tipis dan hampir tidak terlihat, retainer ini juga tidak memengaruhi gaya bicara. Sayangnya, retainer ini bisa retak atau pecah jika terjatuh dan warnanya dapat berubah seiring waktu.
2. Retainer Gigi Permanen
Retainer permanen dipasang oleh dokter gigi dan terbuat dari kawat logam tebal yang dipasang pada bagian belakang gigi. Jenis ini sering dipilih bagi mereka yang sulit atau malas untuk rutin menggunakan retainer removable, seperti anak-anak.
Kelebihan retainer permanen termasuk tidak terlihat, tidak perlu dilepas atau dipasang, dan lebih tahan lama. Namun, kekurangannya adalah kawat logamnya bisa menyebabkan iritasi pada lidah dan perlu pembersihan gigi secara rutin untuk menghindari penumpukan plak.
Merawat retainer gigi secara teratur sangat penting untuk mencegah penumpukan bakteri, plak, dan karang gigi yang dapat menimbulkan masalah kesehatan mulut. Berikut adalah cara membersihkan retainer gigi berdasarkan jenisnya:
Cara Membersihkan Retainer Removable:
Gunakan air hangat dan sabun ringan: Hindari menggunakan pasta gigi yang keras karena bisa merusak bahan retainer.
Sikat dengan lembut: Gunakan sikat gigi berbulu lembut atau cotton bud untuk membersihkan bagian dalam dan luar retainer.
Rendam dengan larutan khusus: Gunakan larutan pembersih yang direkomendasikan oleh dokter gigi untuk merendam retainer secara berkala, guna membunuh kuman dan menjaga kebersihannya.
Cara Membersihkan Retainer Permanen:
Flossing secara rutin: Flossing dengan benang gigi sangat penting untuk membersihkan sela-sela gigi dan kawat retainer agar tidak ada plak yang menumpuk.
Periksa secara rutin: Jika Anda merasa kesulitan membersihkan retainer permanen, jangan ragu untuk meminta bantuan dokter gigi untuk memastikan kebersihan dan kondisi gigi Anda tetap terjaga.
Mengingat perbedaan jenis dan cara perawatan retainer, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter gigi sebelum memutuskan jenis retainer yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Setelah retainer dipasang, pastikan Anda melakukan pemeriksaan gigi secara rutin setiap 3 bulan untuk memantau kesehatan gigi dan efektivitas penggunaan retainer.
Dengan perawatan yang tepat, retainer gigi dapat berfungsi optimal, memastikan gigi tetap rapi dan sehat dalam jangka panjang!